Kamis, 07 Juni 2012

Tersadar dari mimpi… Dan inilah aku




Tersadar dari mimpi…
Dan inilah aku

Hidup?Mimpi?, Dual hal yang tak mungkin dpisahkan, dimana ada kehidupan disitu pasti ada mimpi, dan mimpi adalah bagian dari hidup. Hidup dimulai dari sebuah mimpi. Dan mimpi berawal dari sebuah harapan.
Dan ketika harapan tak mencapai kepada yang diinginkan, apa yang terjadi?, kekecewaan, amarah, sakit hati, keterputusasaan dan lain sebagainya.
Emmzzz. Itulah harapan dan mimpi.. sebuah harapan dapat merubah orang menjadi lebih tidak baik, tapi juga bisa merubah orang itu menjai lebih baik. Tinggal diri ini mau di posisi apakah?.

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ
“ Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”.(Ar ra’d:11)

Yang bisa melakukan perubahan itu adalah diri kita sendiri bukan orang lain, tapi untuk perubahan itu kita membutuhkan orang lain, kita butuh saran dan kritiknya agar bisa menjadikan diri ini semakin lebih baik.
Dan dari harapan itu kita bisa mempunyai tujuan hidup yang jelas.! Menjalani hidup menjadi lebih berarti, lebih bisa memaknai arti hidup.
Tapi jika harapan dan mimpi tak kunjung datang menghampiri, apa yang bisa kita lakukan,..
“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (QS. Al-An’aam: 162-163).

Dan ini bukanlah akhir dari semuanya, Kuserahkan semua hanya kepada-Mu Yaa Rabb. Ku sadar bahwa ku tak mampu melawan kehendak-Mu, engkaulah maha tahu akhir dari semua ini. tapi kubersyukur atas anugerah yang telah Kau berikan kepadaku, walau semuanya tak sesuai dengan keinginan kita. Semua kan ada hikmahnya. Ku tahu siapa diri ini. Hanya usaha sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin, untuk selalu taat kepada Yaa Rabb.
Ku sebagai insan yang lemah hanya bisa berencana, kita hanya dapat menulis dan meng-list apa yang kita impikan, tapi tetaplah kita serahkan penghapus itu kepada Raab kita, Dialah yang berkuasa atas diri kita.
“Ikhlas Itu bening seperti embun yang selalu hadir disetiap pagi”.
 Inilah setetes harapan Untuk-Mu Rabb Yang Maha Mendengar dan Bijaksana.
Semoga Kau selalu mendengarkan doa-doaku. Aamiin



07/6/12 dalam kensunyian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar