Desa kecil nan Sunyi
Waktu menunjukan pukul 03.30 Pagi, dengan segera kulangkahkan kaki ini untuk mengambil air wudhu, dan seperti biasa aku kerjakan sholat Qiyamul lail. Suasana hening nan gelap gulita dengan desiran angin dipagi hari seakan menambah kekhusyukan solatku.
Desa kecil yang jauh dari hiruk pikuk kota. Jauh dari kebisingan kota, tak ada bagunan mencakar langit, tak ada rumah yang bedempet-dempet,tak ada kegaduhan orang-orang, semua orang masih terlelap dalam tidurnya. Ya itulah desa kecilku, desa yang yang hijau, hanya suara jangkrik yang menemani dipagi hari dan di malam hari. Desa yang menyimpan banyak kenangan. Desa dimana aku tumbuh besar hingga dewasa seperti ini.
Dan tak terasa adzan subuh telah berkumandang. ku laksanakan sholat, setelah itu kulihat orang-orang sudah memulai dengan aktivitasnya. Tak terkecuali aku, seperti biasa ku bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Sekolah yang lumayan jauh dari rumah bahkan jarak rumah dengan jalan rayapun lumayan jauh. Itulah desaku
Dan seperti biasa aku berangkat bersama teman-temanku, walaupun berbeda sekolah kita selalu berangkat dan pulang bersamaan. Ku susuri jalan setapak di tengah persawahan. Udara yang begitu fresh membuat badan ini semakin semangat untuk belajar di sekolah.
Ditengah perjalanan selalu ku pandangi alam persawahan, dan panorama gunung merapi yang masih tertutup kabutnya, ku lihat bebek berenang di parit-parit sawah, terlihat begitu senangnya berenang kesana-kemari. Subhanallah betapa indahnya alam Ciptaan Allah ini.
Dan kulihat beberapa anak kecil sedang mandi di sungai, sungai yang sampai sekarang masih jernih,tak ada sampah, tak ada limbah, moga kan selalu jernih sungai itu.:-)
Di pinggir jalan raya kulihat beberapa teman-temanku sudah berkumpul untuk menunggu sebuah kendaraan yang akan mengantarkan kita ke sekolah masing-masing. Aku pun bergabung dengan mereka. kebersamaan yang sangat langka ditemukan dalam kehidupan orang perkotaan. Mereka sibuk dengan diri mereka. Dan rasa saling mengenal itupun sangat kurang, tak heran jika kebayakan orang kota tak betah untuk tinggal ataupun pindah menjadi orang desa.
Sungguh sebuah desa yang tak terlupakan, desa yang begitu ku rindu..
Tetaplah menjadi desa yang hijau dan sejuk.;-)
07/7/12, dalam kerinduan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar