Kamis, 21 Juni 2012

Baru kali ini UAS datangnya telat !!!!!!




Baru kali ini UAS datangnya telat !!!!!!

Rencana, ya tinggal rencana, memang Allah lah yang maha berkehendak, manusia hanya bisa berencana, itulah gambaran planning ku hari ini yang melenceng.

Awalnya udah niat banget pengen sholat tahajud, dan ternyata kesiangan, so waktunya mepet dch…  terus belajar persiapan uas tarjamah.Yaa lumayan karena uasnya masuknya jam 09.00 masih ada waktu buat belajar dulu di rumah dan bisa belajar di masjid dulu, gk harus nyubuh berangkat dari rumah J
Planning jam 07.30 pergi ke kampus dengan harapan sampai dikampus jam 08.30, jadi masih ada waktu untuk persiapan ujian.Dan ternyata,,, Astagfirullah.. Bandung sangat-sangat macet, di mulia dari jalan Jakarta,ehmzz  macetnya luar biasa.. dah lewat itu jalan dari riau sampai merdeka kena lampu merah melulu. Serasa training kesabaran L

Dan ku lihat jam di tangan ternyata sudah menunjukan jam 08.25. “Dalam hati kecilku berkata “ Ya Allah mudah-mudahan gak telat..!”
 Dan sampailah jalan setia Budhi dan lagi-lagi macet,,Ya Allah.. ! kemudian sampailah dipertigaan setia budhi, dan lagi-lagi kena lampu merah yang sangat-sangat lama.. sambil kulihat jam berkali-kali dan waktu menunjukan pukul 08.50
“ Ha 10 Menit lagi masuk.. !!. hati mulai tak tenang, pikiran sudah gak focus, kesabaran teruji, dan semua terasa semprawut.

Dan jm 09.20 baru nyampe ternyata kelas sudah penuh,dan untungnya dosen belum ada,” Alhamdulillah, tapi bingung mau duduk dimana karena udah penuh kursinya,, e ternyata ada yang nyediain kursi buat aku.. makasih yaa baut mela ( dah Nyarter ku rsi)…J

Macet, macet dan macet, itulah bandung,mau hari apapun itu sama aja. dan sekarang baru terasa bawah kampusku tuch memang jauh dari rumah.. dan jam berapapun masuknya , mesti brakatnya kudu nyubuh lagi nyubuh lagi.

Dan ini untuk yang pertama dan terakhir , datang nya ” TELAT”  (Astagfirullah..!). Jangan sampai terulang lagi
AAmiin.!









Selasa, 12 Juni 2012

Money, Money dan Money



Money, Money dan Money

Ibarat peribahasa “Gak ada uang gak hidup, gak ada uang kalah”. Sebegitu hebatkah kekuatan uang.
Segala sesuatu itu butuh uang, gak ada hal yang tak lepas dari yang namanya uang.
Dan begitu juga yang terjadi di Negara tercinta ini, segala sesuatu hanya dinilai dengan uang.
Dan segala permasalahan yang ada di Indonesia semuanya hanya karena UANG. Para wakil rakyat yang seharusnya mewakili rakyat justru malah menyengsarakan rakyat.

Korupsi ditemukan dimana-dimana, dari penjabat tingkat tinggi sampai ke penjabat level bawah, seakan tak merasa lega kalau tidak melakukan korupsi. Korupsi seakan menjadi budaya yang wajib dilakukan oleh para penjabat. Setelah uang habis tidak ada yang dikorupsi, maka sasaranya adalah rakyat, dengan menaikan harga BBM lah, dengan ini, itu, dan banyak sekali.

Sampai kapankah rakyat kan diperlakukan seperti ini, wahai para wakil rakyat dimanakah hati nuranimu?, dimana keimananmu?, dimana janji-janji yang dulu kau gembor-gemborkan ketika kampaye?. Janji ya tinggal janji.!

Dan Baru-baru ini yang sangat ramai dibicarakan yaitu mengenai pendaftaran sekolah  maupun kuliah. “ Siapa yang beruang dia yang akan mendapat pendidikan yang berkualitas”. Itulah ibarat kondisi pendidikan. Mereka yang kurang mampu dalam segi prestasi, tapi dengan uang mereka bebas memilih sekolah yang mereka inginkan. Sedanglan mereka yang berprestasi tapi tak berduit, hanya bisa pasrah dengan keadaannya.

Ohhh,, sungguh mengenaskan.!



Senin, 11 Juni 2012

Dialah Salah satu sahabatku….



Dialah Salah satu sahabatku….


Orang hidup pasti butuh orang lain karena manusia pada hakekatnya makhluk sosial, yang tak lepas dari bantuan orang lain.  Tak terkecuali seorang mahasiswi. Dimana disitu terdapat masa-masa peralihan dari fase remaja ke fase dewasa. Masa dimana seorang mahasiswa mempunyai problem yang terkadang ia membutuhkan teman untuk berbagi ( teman akhwat lho..)
Begitu juga saya, teringat masa awal-awal masuk kuliah jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Diawal pertama kuliah tepatnya digedung gymnasium, saya berkenalan dengan seoranga akhwat, beliau asli orang asli sunda, karena namanya pun sangat sunda sekali.hehehe
Akhwat itu bernama Enung Siti Fatimah J
Mungkin karena kita senasib dan sepenanggungan, ya walaupun kita jurusan bahasa Arab tapi kita bukan jebolan dari pesantren ataupun Ma’had. Dari situlah pertemanan kita terjalin untuk selalu memotivasi dan saling mengingatkan ketika kita merasa kurang bersemangat dalam perkuliahan.Dan tak ayal kita tidak kalah semangat dari mereka yang sudah mahir berbahasa Arab.Semua itu menjadi acuan kita untuk rajin belajar dan terus belajar.
Dan karena kita sering satu kelas, sering bertemu dan sering pula kita satu organisasi maka pertemanan kita pun semakin akrab.dan sungguh dibalik kepolosannya beliau sungguh sangat luar biasa. Beliau orang yang rajin, solehah, lucu, suka bercanda, dengan kepolosanya yang terkadang membuat saya tertawa ngakak…hehehe
Di samping itu ada yang hal yang saya kagumi dari beliau,ya,,Beliau sangat rajin menghafal hal yang membuat saya selalu iri padanya, dan hal itu membuat saya mengikuti jejaknya.  Beliau juga sangat kreatif dan selalu punya ide cemerlang dalam setiap kegiatan dan acara. Asal kalian tahu saya semangat membuat blog dan suka menulis karena beliau, semangat beliau dalam menulis rajinnya beliau mengisi blog, membuat saya sangat termotivasi untuk membuat blog dan rajin membuat tulisan. Terima kasih ukhti enung J
Semangatnya untuk berkarya, ketaatannya kepada Raab, dan baktinya kepada kedua orang tuanya patut kita acungin jempol, tak cukup empat jempol, tapi banyak jempol ku acungkan padamu ukhti. Kau salah satu motivatorku. Tetaplah menjadi dirimu yang akan selalu berkarya.

Kaulah salah satu dari sekian sahabat terbaikku, semoga ukhuwah Islamiyyah ini kan terjalin sampai disurga. Dan semangat dalam Belajar bahasa Arab, we Can!
















Minggu, 10 Juni 2012

Pendaftaran KKN UPI Di Undur !



Pendaftaran KKN UPI Di Undur !

Seperti sebelumnya lppm upi lagi-lagi tidak menepati janjinya. Rencananya pendaftaran KKN (Kuliah Kerja Nyata) tematik secara on line dibuka  bulan juni pekan ke-2, tepatnya hari ini 11 juni 2012 mulai pukul 00.01 dini hari.Tapi pada kenyataan webnya belum bisa dibuka. Dan ketika beberapa mahasiswa yang ingin mencoba untuk log in, maka akan ada jawaban, “eisttss belum bisa log in”.
Kata yang seperti guyonan itu apakah sesuai ada dalam system informasi di sebuah kampus yang terbilang elit seperti Univesitas pendidikan Indonesia.Universitas yang sudah mempunyai system yang baik dan modern. Ataukan hal itu karena lppm belum siap baik infrastruktur maupaun secara terstruktur  untuk melayani pendaftaran KKN tematik secara On line. Dan dari bulan mei rencana pendaftaran itu sudah tersiar kabarnya, tapi sudah mampir sebulan berlalu tapi hal ini belum juga terlaksana.hingga hari dan pelaksanaan KKN nya pun tinggal menghitung hari.
Dan banyak diantara mahasiswa yang merasa kecewa dengan adanya system seperti ini, system yang tidak ada kejelasannya, Mereka rela begadang semalaman hanya untuk mendaftar secara On line, mereka relakan waktu semalaman hanya di depan komputer untuk melihat info yang ada. Dan mereka yang pada awalnya sangat antusias terhadap progam ini, kini  banyak juga diantara mereka  kurang antusias mengikuti KKN.  sampai kapankah hal ini akan berlangsung?.
Dan kapankah Mahasiswa bisa melakukan pendaftaran KKN tematik secara on line?.
Kita tunggu saja dari lppmnya, semoga tidak ada kata diundur lagi.
“Semangat kawan-kawan  Mahasiswa Angkatan 2009 ,yang akan melaksanakan KKN J






Jumat, 08 Juni 2012

Artikel????????



Artikel????????

Nulis, nulis, dan nulis satu kata yang akhir-akhir ini sering aku dengar, dalam perkuliahan, seminar, talk show. “Harus belajar menulis, belajar mengkritisi sesuatu, karena mahasiswa identik dengan tulisan ilmiahnya”. Peryataan yang sering ku dengar setiap dosen yang jadi pemateri.

Semua itu merupakan dampak dari peraturan pemerintah yang mewajibkan bagi calon lulusan S1, S2 maupun S3 yang mau menyelesaikan studinya wajib membuat artikel ilmiah yang harus diterbitkan.Itulah peraturan terbaru pemerintah yang akan berlaku mulai bulan Agustus 2012 ini.
Peraturan yang dibuat tanpa kreatifitas dan hanya tak maukalah dengan Negara tetangga, bahkan disurat edaran sangat jelas tertera nama Negara itu, seakan  Negara kita belum siap untuk bersaing dengan Negara lain.

Dan lagi-lagi kebijakan itu dikeluarkan, mau protes? Mau menolak?, siapalah kita, semuanya bisa berubah hanya dengan materi. Dari peraturan itu timbullah rasa keterpaksaan untuk bisa menulis. Yaa menulis artikel ilmiah

Bagai bayi yang baru dilahirkan, aku pun masih awam dengan yang namanya menulis, menulis?, apa yang harus ditulis?, gimana cara nulisnya?, begitu banyak pertanyaan di kepala ini. Tak patah semangat ku coba mencari banyak referensi tentang dunia penulisan. Ku mulai menulis dari hal-hal yang terkecil, ungkapan hati, fikiran dan perasaan.
Walaupun belum ilmiah, setidaknya kita sudah berusaha menyampaikan gagasan kita dalam bentuk tulisan.
Teranyata tak gampang menulis itu, menulis membutuhkan keselektifan penggunaan bahasa, isi yang harus padat dan jelas. tapi kerjakan apa yang bisa di kerjakan, semua butuh proses. Pasti semunya akan terasa lebih mudah.menulis yang baik adalah menulis dengan hati. Karena hati gak akan pernah bohong.

Kini kan kucoba untuk membuat artikel ilmiah, atau semi ilmiah. Walau belum terbiasa, semuanya harus dikerajakan dengan semaksimal mungkin. “Kita bisa karena biasa” mungkin t pepatah yang sangt cocok bagi pemula.Karena pada hakikatnya kita diciptkan Allah dengan banyak Potensi. Kita harus bisa memanfaatkan potensi itu dengan baik.

Dan selalu katakan membuat artikel ilmiah itu mudah, orang sukse dia berasal dari bawah, karena usahanya maka kesuksesannya itu dapat diraihnya
Be your self and keep spirit..!



Kamis, 07 Juni 2012

Desa kecil nan Sunyi



Desa  kecil nan Sunyi

Waktu menunjukan pukul 03.30 Pagi, dengan segera kulangkahkan kaki ini untuk mengambil air wudhu, dan seperti biasa aku kerjakan sholat Qiyamul lail. Suasana hening nan gelap gulita dengan desiran angin dipagi hari seakan menambah kekhusyukan solatku.

    Desa kecil yang jauh dari hiruk pikuk kota. Jauh dari kebisingan kota, tak ada bagunan mencakar langit, tak ada rumah yang bedempet-dempet,tak ada kegaduhan orang-orang, semua orang masih terlelap dalam tidurnya. Ya itulah desa kecilku, desa yang yang hijau, hanya suara jangkrik yang menemani dipagi hari dan di malam hari. Desa yang menyimpan banyak kenangan. Desa dimana aku tumbuh besar hingga dewasa seperti ini.

Dan tak terasa adzan subuh telah berkumandang. ku laksanakan sholat, setelah itu kulihat orang-orang sudah memulai dengan aktivitasnya. Tak terkecuali aku, seperti biasa ku bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Sekolah yang lumayan jauh dari rumah bahkan jarak rumah dengan jalan rayapun lumayan jauh. Itulah desaku

Dan seperti biasa aku berangkat bersama teman-temanku, walaupun berbeda sekolah kita selalu berangkat dan pulang bersamaan. Ku susuri jalan setapak di tengah persawahan. Udara yang begitu fresh membuat badan ini semakin semangat untuk belajar di sekolah.

Ditengah perjalanan selalu ku pandangi alam persawahan, dan panorama gunung merapi yang masih tertutup kabutnya, ku lihat bebek berenang di parit-parit sawah, terlihat begitu senangnya berenang kesana-kemari. Subhanallah betapa indahnya alam Ciptaan Allah ini.

Dan kulihat beberapa anak kecil sedang mandi di sungai, sungai yang sampai sekarang masih jernih,tak ada sampah, tak ada limbah, moga kan selalu jernih sungai itu.:-)

Di pinggir jalan raya kulihat beberapa teman-temanku sudah berkumpul untuk menunggu sebuah kendaraan yang akan mengantarkan kita ke sekolah masing-masing. Aku pun bergabung dengan mereka. kebersamaan yang sangat langka ditemukan dalam kehidupan orang perkotaan. Mereka sibuk dengan diri mereka. Dan rasa saling mengenal itupun sangat kurang, tak heran jika kebayakan orang kota tak betah untuk tinggal ataupun pindah menjadi orang desa.

Sungguh sebuah desa yang tak terlupakan, desa yang begitu ku rindu..
Tetaplah menjadi desa yang hijau dan sejuk.;-)





07/7/12, dalam kerinduan

Semua itu sebagai Warna dalam kehidupan



Semua itu  sebagai Warna dalam kehidupan

Hari ini bumi diguyur hujan dari pagi sampai siang. Udara dingin yang ku rasa, hawa sejuk yang ku hirup, itulah keadaan pagi ini.pagi dimana ku merenungkan segala Tanya yang ada dalam benakku.

Kebimbangan yang ada, ketidahtahuan yang kurasakan.” harapan ataukah  ambisi”? kalimat yang terlintas dalam fikiranku, kucuba mengalihkan fikiran ku tentang kalimat itu, ku coba membuka sebuah novel dan kubaca.Di tengah-tengah bacaan, kalimat itu pun muncul lagi.

Otak mulai merasakan sesuatu,sesuatu  yang harus menghasilkan jawaban.
Dan kucari dan terus kucari makna satu kalimat itu, sejenak ku melamun. Mencari makna dari haranpan dan ambisi.

Dan kini tlah kutemukan sebuah jawaban dari diri ini. Ambisi adalah bagian dari harapan. Dan harapan dan ambisi yang paling baik itu harus didasarkan dan diniatkan kepada Allah SWT.
Mungkin selama ini semua itu adalah ambisi, ambisi yang terlalu berlebihan.
Semua nya ada kadarnya masing-masing, semua mempunyai keinginan masing-masing, kita yang tau tentang diri kita, dan kita tak akan pernah tahu fikiran orang lain.

 Maka ku berusaha untuk Tahu tentang diri ini, bahwa janganlah terlalu mengaharapkan semuanya itu kepada insan, insan bisa membuat kita kecewa, jika kita bergantung kepadanya, tapi  gantungkanlah  harapan ataupun ambisi itu kepada Allah.
Karena  Allah tak akan pernah mengecewakan kita.
Maka hidup ini akan tersana tenang. Dan semuanya akan terkendali.
Biarlah semua itu menjadi sebagian warna dalam hidup ku


07/6/12, Muhasabbah Diri










Tersadar dari mimpi… Dan inilah aku




Tersadar dari mimpi…
Dan inilah aku

Hidup?Mimpi?, Dual hal yang tak mungkin dpisahkan, dimana ada kehidupan disitu pasti ada mimpi, dan mimpi adalah bagian dari hidup. Hidup dimulai dari sebuah mimpi. Dan mimpi berawal dari sebuah harapan.
Dan ketika harapan tak mencapai kepada yang diinginkan, apa yang terjadi?, kekecewaan, amarah, sakit hati, keterputusasaan dan lain sebagainya.
Emmzzz. Itulah harapan dan mimpi.. sebuah harapan dapat merubah orang menjadi lebih tidak baik, tapi juga bisa merubah orang itu menjai lebih baik. Tinggal diri ini mau di posisi apakah?.

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ
“ Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”.(Ar ra’d:11)

Yang bisa melakukan perubahan itu adalah diri kita sendiri bukan orang lain, tapi untuk perubahan itu kita membutuhkan orang lain, kita butuh saran dan kritiknya agar bisa menjadikan diri ini semakin lebih baik.
Dan dari harapan itu kita bisa mempunyai tujuan hidup yang jelas.! Menjalani hidup menjadi lebih berarti, lebih bisa memaknai arti hidup.
Tapi jika harapan dan mimpi tak kunjung datang menghampiri, apa yang bisa kita lakukan,..
“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (QS. Al-An’aam: 162-163).

Dan ini bukanlah akhir dari semuanya, Kuserahkan semua hanya kepada-Mu Yaa Rabb. Ku sadar bahwa ku tak mampu melawan kehendak-Mu, engkaulah maha tahu akhir dari semua ini. tapi kubersyukur atas anugerah yang telah Kau berikan kepadaku, walau semuanya tak sesuai dengan keinginan kita. Semua kan ada hikmahnya. Ku tahu siapa diri ini. Hanya usaha sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin, untuk selalu taat kepada Yaa Rabb.
Ku sebagai insan yang lemah hanya bisa berencana, kita hanya dapat menulis dan meng-list apa yang kita impikan, tapi tetaplah kita serahkan penghapus itu kepada Raab kita, Dialah yang berkuasa atas diri kita.
“Ikhlas Itu bening seperti embun yang selalu hadir disetiap pagi”.
 Inilah setetes harapan Untuk-Mu Rabb Yang Maha Mendengar dan Bijaksana.
Semoga Kau selalu mendengarkan doa-doaku. Aamiin



07/6/12 dalam kensunyian